Kota Taiz kini terbagi dua secara nyata. Sebagian wilayah berada di bawah kendali Pemerintah Yaman yang berafiliasi dengan PLC, sementara bagian lainnya masih dikuasai oleh Houthi.
Kondisi ini mencerminkan fragmentasi yang terjadi di banyak wilayah strategis Yaman, termasuk Marib, Al Jauf, dan Hudeidah, di mana kekuasaan terpecah antara pemerintah resmi dan faksi bersenjata.
Dalam kondisi seperti ini, peran pemerintah daerah di Taiz menjadi sangat krusial. Kehadiran pemerintah pusat yang lemah memaksa otoritas lokal untuk mengambil inisiatif dalam pembangunan dan pelayanan publik.
Senin lalu, Taiz secara resmi mengumumkan pembentukan Dewan Ekonomi Pembangunan Lokal. Acara ini dipimpin oleh pengusaha lokal terkemuka, Shouqi Ahmed Hael Said, dengan dukungan penuh dari Program Pembangunan PBB.
Gubernur Taiz, Nabil Shamsan, membuka acara tersebut dengan mengundang para pemangku kepentingan dari sektor publik, swasta, dan organisasi masyarakat sipil. Kehadiran berbagai pihak menunjukkan kesadaran kolektif akan pentingnya pembangunan lokal.
Dewan yang beranggotakan 16 orang ini bertujuan menguatkan kerja sama antara sektor publik dan swasta. Dewan juga berfokus pada koordinasi investasi, peningkatan iklim bisnis, dan penguatan ekonomi lokal di tengah krisis nasional.
Acara pembukaan mencakup penyampaian visi dan misi Dewan, serta kerangka strategi dan rencana operasional untuk tahun 2026. Rencana ini menjadi bagian dari strategi pembangunan jangka menengah Taiz 2024–2026.
Pemda Taiz menegaskan bahwa inisiatif ini bukan hanya simbolik. Dewan akan menjadi instrumen nyata untuk mempercepat pemulihan ekonomi dan memastikan layanan publik tetap berjalan meski negara terpecah.
Fragmentasi wilayah juga menimbulkan tantangan logistik. Arus barang dan distribusi kebutuhan pokok di Taiz harus diatur dengan cermat agar tidak terhambat oleh garis-garis kontrol yang terpecah.
Namun, kondisi ini membuka peluang bagi pemerintah daerah untuk memainkan peran lebih aktif. Otoritas lokal bisa membentuk kebijakan yang menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, tanpa menunggu arahan pusat yang sering terhambat konflik.
Investasi di sektor swasta menjadi fokus utama Dewan Ekonomi Pembangunan Lokal. Para pengusaha lokal didorong untuk mengembangkan proyek-proyek yang memberi dampak sosial dan ekonomi langsung pada komunitas.
Selain itu, Dewan akan memonitor sektor keuangan dan perbankan lokal agar aliran modal tetap stabil di wilayah yang terfragmentasi. Stabilitas ekonomi lokal dianggap penting untuk menjaga ketahanan masyarakat.
Sektor pendidikan dan kesehatan juga menjadi perhatian Dewan. Program pembangunan diarahkan untuk memastikan layanan dasar tetap tersedia bagi warga Taiz di kedua wilayah pengendalian yang berbeda.
Kehadiran masyarakat sipil dan organisasi lokal menjadi kunci sukses Dewan. Partisipasi aktif mereka dapat mengawasi dan memastikan bahwa inisiatif pembangunan benar-benar memberi manfaat bagi rakyat.
Beberapa pengamat menilai langkah Taiz ini sebagai model untuk daerah lain yang terpecah di Yaman, seperti Marib dan Hudeidah. Pemerintah lokal bisa menjadi motor pemulihan ekonomi tanpa menunggu stabilitas nasional.
Namun, tantangan tetap ada. Keamanan di wilayah yang masih dikuasai Houthi atau kelompok bersenjata lain menjadi hambatan signifikan bagi investasi dan kegiatan ekonomi.
Meski begitu, Dewan Ekonomi Pembangunan Lokal menunjukkan bahwa pemerintah daerah mampu mengambil alih sebagian fungsi negara, terutama dalam manajemen ekonomi dan pembangunan infrastruktur.
Integrasi sektor publik dan swasta, menurut pemda, menjadi strategi untuk menciptakan lingkungan bisnis yang berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada bantuan eksternal.
Pemerintah daerah juga mendorong transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana dan proyek pembangunan. Hal ini penting agar rakyat tetap percaya pada institusi lokal meski negara terbagi.
Langkah-langkah ini dinilai akan memperkuat posisi Taiz secara ekonomi dan politik. Keberhasilan Dewan Ekonomi Pembangunan Lokal dapat menjadi contoh bagaimana daerah dapat mandiri dalam situasi krisis.
Akhirnya, Taiz membuktikan bahwa dalam situasi fragmentasi, pemda memiliki kapasitas untuk mengambil peran strategis. Meskipun konflik tetap membayangi, inisiatif lokal ini menegaskan bahwa pembangunan tetap mungkin dijalankan.


Posting Komentar