Tampilkan postingan dengan label Sports. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sports. Tampilkan semua postingan

Masuk 5 Besar, Ini Perolehan Medali Indonesia dan Klasemen Medali Asian Games 2018

Agustus 23, 2018
ilustrasi
GURGUR ONLINE -- Indonesia berhasil menambah pundi-pundi medali di hari ketiga Asian Games 2018. Cabang olahraga angkat besi menjadi salah satunya.

Indonesia saat ini ada di posisi keempat klasemen medali Asian Games 2018. Kumpulan lima emas, dua perak, dan lima perunggu hingga, Senin (21/8/2018) dinihari WIB.

Adalah Eko Yuli Irawan atlet yang menyumbangkan emas untuk Indonesia. Dia menggenggam itu via cabor angkat besi kelas 62 kilogram. Selain emas, Indonesia juga menambah perunggu dari cabang sepak takraw nomor beregu putra setelah dikalahkan Malaysia di semifinal.

China masih mendominasi perolehan medali. Mereka sudah membawa pulang 30 emas, 18 perak, dan 12 perunggu. Ada di posisi kedua Jepang dengan raihan 12 emas 17 perak, dan 18 perunggu.

Sementara itu, Korea ada posisi ketiga dengan koleksi delapan emas, 12 perak, dan 14 perunggu. Melengkapi posisi lima besar ada Iran dengan empat emas, tiga perak, dan lima perunggu.

Klasemen Medali Asian Games 2018

No-Negara-Emas-Perak-Perunggu

1 China 30 18 12 60
2 Japan 12 17 18 47
3 Korea 8 12 14 34
4 Indonesia 5 2 5 12
5 IR Iran 4 3 5 12
6 DPR Korea 4 1 3 8
7 India 3 3 4 10
8 Chinese Taipei 3 2 5 10
9 Mongolia 2 1 4 7
10 Kazakhstan 1 5 7 13  (sumber)

Satu Kapal Selam Swedia Bisa Kalahkan Kapal Induk AS

April 19, 2018
GURGUR ONLINE -- Dalam sebuah latihan antara Swedia dan Amerika Serikat, ditemukan bahwa kecanggihan kapal selam Swedia ternyata bisa mengalahkan kapal induk AS.

AS terkejut dan segera melakukan evaluasi. Kok bisa? Begini ceritanya


Lindungi Kekayaan Alamnya, Pemkab Ini Sikat #TambangEmas Ilegal

April 16, 2018
ilustrasi
GURGUR ONLINE -- Aktivitas penambangan emas secara liar pada sejumlah titik di Kecamatan Beutong, Kabupaten Nagan Raya, dilaporkan kini mulai sepi. Para penambang tak lagi ditemukan di lokasi yang biasanya selalu ramai itu. Kondisi ini merupakan dampak langsung dari ketegasan Polres bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nagan Raya melakukan penindakan terhadap para penambang liar di daerah itu.

Sebagaimana pernah dilaporkan, akhir Maret lalu tim dari Polres dan Pemkab Nagan Raya bersama-sama turun ke sejumlah titik penambangan. Saat itu tak lagi ditemukan adanya aktivitas penambangan liar, terutama di Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Nagan, Kecamatan Beutong.

Ketika dilakukan penelusuran ulang dua hari lalu, hasilnya juga sama. Ini mengindikasikan para penambang liar mulai gentar melakukan aktivitas seperti dulu karena sewaktu-waktu bisa saja dipergoki dan ditangkap oleh aparat kepolisian.

“Saya telah datang sendiri ke lokasi tersebut bersama bupati untuk mengecek lokasi penambangan liar. Di sana sudah tak ada lagi aktivitas, misalnya di kawasan Krueng Cut, Blang Leumak, Paya Reugen, dan Panton Bayam, Kecamatan Beutong,” ungkap Kapolres Nagan Raya, AKBP Giyarto kepada Serambi, Rabu (4/4).

Menurutnya, jika ada pihak yang masih nekat melakukan penambangan emas liar di kawasan Beutong, maka polisi akan menangkapnya, sebab aktivitas tersebut sebelumnya telah dihentikan agar tak terus-menerus merusak lingkungan.

Kapolres menambahkan, saat turun ke lokasi-lokasi penambangan liar tersebut, ia bersama Bupati Nagan Raya, M Jamin Idham dan tim lainnya tidak menemukan jejak penambang ilegal di kawasan Beutong. Tim gabungan itu juga tak menemukan sama sekali jejak baru alat berat di kawasan tersebut, sehingga pihaknya semakin yakin bahwa saat ini lokasi tambang emas di Nagan memang sudah sepi dan tak ada lagi aktivitas penambangan emas. “Jika ada, pasti akan kami tangkap,” tegas Kapolres Nagan Raya. (sumber)

Pembangunan Jalan Lingkar Luar Samosir Dimulai

Maret 11, 2018
Salah satu jalan strategis di kawasan Danau Toba yang menghubungkan 7 kabupaten adalah jalan lingkar luar di pinggiran danau, daratan Sumatera. Jalan ini kurang lebih sepanjang 140 km, akan menghubungkan Muara (Taput) - Bakkara (Humbahas) - Janjiraja, Holbung, Sabulan, Tamba, Harian (Samosir), Hasinggaan Bonandolok (Samosir) - Silalahi (Dairi) - Tongging (Karo) - Parapat (Simalungun) hingga ke Balige (Tobasa). Jalan ini kurang lebih sepanjang 140 km.

Hal itu disampaikan Rapidin Simbolon, Bupati Samosir, melalui pesan Whatsaap, Rabu (07/03/18) sore.

"Infrastruktur kawasan Danau Toba. Salah satu jalan strategis di kawasan Danau Toba yang menghubungkan 7 kabupaten adalah jalan lingkar luar Samosir yang berada di daratan Sumatra Utara. Jalan ini panjangnya kurang lebih 140 kilometer," tulis Rapidin Simbolon.

Menurut Rapidin, selama ini jalan strategis outer ring road (ORR) belum ada sentuhan secara signifikan, namun Samosir akan berupaya memulainya. "Walau demikian, Samosir bertekad untuk memulai walaupun dengan anggaran yang sangat minim," tambahnya.

Selanjutnya Rapidin Simbolon mengapresiasi perhatian pemerintah pusat. "Atas perhatian Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan, telah mengutus staf khusus untuk menyurvei jalan ini secara keseluruhan. Mudah-mudahan untuk pembangunannya dapat terealisasi dan semoga terwujud," tutup Rapidin.

Untuk diketahui bersama, jalan lingkar pulau Samosir (inner ring road) sepanjang kurang lebih 125 km, kini sedang ditangani menjadi jalan Nasional dengan lebar rata-rata 14 meter. Dulunya jalan ini dibawah pengelolaan provinsi Sumatera Utara, sehingga jalan provinsi di Samosir saat ini sudah nol km.

Karenanya, Bupati Samosir pada perayaan hari jadi tgl 27/3 yang lalu meminta dan mengusulkan kepada Gubernur agar jalan kabupaten dapat dialihkan menjadi jalan provinsi, dan anggarannya Samosir akan dipakai sendiri untuk menangani jalan kecamatan dan jari-jari jalan terutama di pulau Samosir. (sumber)

Melihat Bis Danau Toba di Berlin

Maret 11, 2018
Ada pemandangan tak biasa di Berlin, Jerman. Gambar Danau Toba sampai Raja Ampat lagi wara-wiri di kotanya.

Momen Internationale Tourismus Borse 2017 benar-benar dimanfaatkan Kementerian Pariwisata untuk memperkenalkan brand Wonderful Indonesia. Salah satunya melalui pemasangan logo Wonderful Indonesia ukuran jumbo disejumlah bus. Selain itu, ditampilkan juga gambar keindahan Bali, Borobudur, Raja Ampat, dan panorama bawah laut Pulau Komodo yang eksotis.

Kehadiran bus Wonderful Indonesia yang begitu menyolok, mampu mencuri perhatian masyarakat Jerman, juga wisatawan yang berada di sana. Di Jerman, bus Wonderful Indonesia melewati rute seperti Tauentzienstraβe Checkpoint Charlie, Lustgarten, East Side Gallery, Strausberger Platz, Mauerpark, Hauptbahnhof, Brandenburg Tor, Siegessäule. Branding Wonderful Indonesia akan terpasang hingga April 2018.

Internationale Tourismus Borse 2017 adalah ajang berkumpulnya wholesellers, buyers dan sellers pariwisata di seluruh dunia. Dengan mem-branding bus-bus itu, maka semua mata di Berlin bakal memperhatikan Indonesia.

"Mumpung semua pelaku bisnis pariwisata dari 187 negara, dari 5 benua, 10.000 exhibitors, 1.000 buyers top dunia, 26.000 pengunjung konvensi, 120.000 trade visitors kumpul di Berlin, maka ini timing yang pas untuk menaikkan selling sekaligus branding Wonderful Indonesia di komunitas pariwisata dunia. Kita menemukan momentum istimewa, maka kita curi peluang," kata Menteri Pariwisata Arief Yahya seperti dalam siaran pers Kementerian Pariwisata, Sabtu (10/3/2018)

Menurutnya, ITB Berlin menjadi rujukan tren pariwisata dunia. Semua perkembangan terkini yang terkait teknologi, digital, destinasi, airlines, aksesibilitas, marketing, di sektor pariwisata dunia, terbaca di acara ini.

"Ketika brand Wonderful Indonesia naik, orang dengan mudah mencari informasi tentang industri pariwisata Indonesia. Keunggulan dan daya tarik Indonesia bukan hanya dari keindahan destinasi, alam budaya, dan buatan manusia, tetapi juga potensi investasi di sektor pariwisata," kata Arief.

Menurutnya, pelaku pariwisata rata-rata adalah orang yang melek teknologi dan kekinian. Mereka hobi narsis, pecandu selfie, aktif upload foto dan video pendek di media sosial, dan digital lifetyle. Branding bus-bus dan outdoor di Berlin itu, memberi umpan kepada mereka untuk bahan bermain di medsos.

"Mereka punya peluru untuk posting dan menjadi viral di digital. Sangat efektif dibicarakan publik di darat (dunia nyata) maupun di dunia maya," ungkap menteri asal Banyuwangi ini.

Pasar Jerman sendiri masih potensial untuk digali. Sebab, turis asal Jerman yang ke Indonesia menempati 3 besar untuk kawasan Eropa atau hanya kalah dari Inggris dan Prancis. (sumber)

Program #Pilgubsu2018: #Eramas Ingin Pendidikan di Sumut Adil dan Merata

Maret 11, 2018
Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Sumatera Utara nomor urut 1, Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah (Eramas) menekankan pentingnya pemerataan pendidikan.

Hal itu dikatakan Ijeck, sapaan akrab Musa Rajekshah, saat menghadiri undangan silaturahmi ke Pondok Pesantren Raudlatul Uluum Aek Nabara, Kabupaten Labuhanbatu, pada Senin, 5 Maret 2018.

Kehadiran Ijeck disambut pimpinan Ponpes Raudlatul Uluum Dr KH Marfin Kasduri. Kemudian Ijeck diminta memberi motivasi dan nasihat kepada siswa SMK Radlatul Uluum.

Dalam kunjungan itu, Ijeck memberi motivasi kepada siswa-siswi untuk tidak takut bermimpi. Menurutnya mimpi bisa jadi motivasi untuk mencapai cita-cita.

Ijeck juga menekankan, jarak yang jauh dari ibu kota provinsi, bukanlah sebuah penghalang untuk mendapatkan peluang berhasil demi mendapat pemerataan pendidikan.

"Pendidikan dan aksesnya di Sumut harus merata dan adil. Jangan merasa malu hanya karena jauh dari ibu kota provinsi. Semua punya kesempatan. Yang penting kita terus berusaha dan dibantu doa," ujarnya sebagaimana dilaporkan okezone.com.

Sebelumnya sebuah lembaga riset dari Pakkat, Lembaga Riset UD Paju Marbun (LRUPM) mendorong agar para calon gubernur di Pilgubsu 2018 mempunyai program pemerataan pendidikan.

Hal itu mengingat masih banyak kabupaten di Sumut yang belum memiliki lembaga pendidikan universitas selain sekolah tinggi, institut maupun akademi. (baca juga)


Apa Makna Prasasti Dolok Tolong?

Februari 09, 2018
Bagi masyarakat Balige, Dolok Tolong tentu sudah tidak asing lagi. Dolok Tolong adalah bukit tertinggi yang ada di Kecamatan Tampahan, Balige, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa). Puncaknya berada di ketinggian 1.200 mpdl. Dolok berada 5 km dari Balige, ibukota Tobasa .

Jika kita mendaki Dolok Tolong, akan terhampar view Danau Toba yang begitu menawan. Gugusan Bukit Barisan, Pulau Samosir dengan hamparan hijau persawahan yang ada di sekilingnya membentuk landscap yang tak ada duanya.

Tetapi tidak hanya keindahan itu yang membuat penasaran pengunjung datang ke sana. Namun juga karena sejarah yang melatarbelakanginya. Salah satunya prasasti yang berkaitan dengan ekspansi pasukan Majapahit di Tanah Batak sekitar akhir abad ke-14 M. Akibat persinggungan dengan Majapahit itulah terbentuk peradaban Hindu dan Buddha di Tanah Batak. Kisah sejarah itulah yang melatarbelakangi munculnya istilah Prasasti Dolok Tolong.

Sampai kini, kedua peradaban itu, khususnya Hindu masih melekat dalam budaya Batak Toba. Sejumlah referensi menyebut-nyebut persinggungan peradaban itu. Antara lain dapat dilihat dari beberapa manuskrip kuno, seperti, Sejarah Raja-raja Barus, Hikayat Raja Tuktung dan Hikayat Hamparan Perak.

Dari manuskrip itu diceritakan bagaimana pasukan marinir Majapahit mengalami kekalahan pahit di Selat Malaka. Mereka berusaha untuk menyelamatkan diri mencapai daratan dan melalui Sungai Barumun menyusuri daratan. Mereka masuk ke pedalaman Padang Lawas. Tetapi mereka dihadang oleh penduduk lokal, mereka meneruskan pelarian ke bukit-bukit dan pegunungan hingga sampai ke Dolok Tolong.

Di sana mereka meminta suaka politik kepada seorang raja lokal yang bernama Tuan Sorbadibanua. Raja Isumbaon sendiri adalah anak dari Si Raja Batak yang diyakini hidup pada abad ke 13 M. Hal ini diungkapkan seorang pemerhati sejarah dan budaya asal Balige, Sahala Simanjuntak kepada medanbisnisdaily.com, Jumat (22/9/2017).

Dari trah Tuan Sorbadibanua inilah muncul dinasti Sisingamangaraja yang berkuasa di Bakkara. Namun anak Sisingamangaraja I yang bernama Si Raja Hita, pergi dari Bakkara dan mendirikan Kerajaan Balige pada abad ke 15. Konon, saudaranya Guru Patimpus, juga bermigrasi ke pesisir Timur Sumatera. Dia dikenal sebagai pendiri Kota Medan di tahun 1590.

Dijelaskannya, pasukan Mojopahit (Majapahit) yang menghindar ke Sungai Barumun dipimpin seorang pangeran beserta seorang srikandinya yang kemudian sering disebut Si Boru Basopaet (Putri Mojopahit). Siboru Basopaet kemudian dikawinkan kepada Tuan Sorbadibanua.

Puteri Mojopahit menjadi istri kedua dari Tuan Sorbadibanua. Istri pertama adalah boru Pasaribu memilih tempat tinggal di lereng Dolok Tolong di sebelah barat namanya Galagala. Di situlah Boru Sipasopaet bertempat tinggal beserta 3 orang anaknya, Sobu, Sumba, Naipospos, yang kemudian karena konflik dengan saudaranya yang tertua yaitu Sibagot Ni Pohan, mereka meninggalkan huta Galagala pada malam hari.

Mereka turun ke Pangkodian dari sana mereka naik solu (sampan), satu orang ke arah timur ke Sigaol dan 2 orang lagi ke arah utara ke daerah Bakkara dan Tipang, kemudian dari 2 tempat itu turunannya menyebar ke daerah Humbang dan ke Silindung.

Pendapat itu juga dibenarkan budayawan Batak Toba dari Komunitas Parmalim, Monang Naipospos. Disebutkannya, daerah Dolok Tolong yang juga disebut juga Tombak Longo-longo Sisumbaon. Artinya rimba yang menjadi tempat persembahan. Dapat diyakini pada zaman Mojopahit, Dolok Tolong merupakan pusat religius kaum animisme dan paganisme Batak.

Situs Budaya-Sejarah

Ada sebuah situs budaya-sejarah penting di Dolok Tolong. Yakin sebuah mata air yang disebut “Mual Palakka Gading” Mata air ini adalah peninggalan Sisingamangaraja XII. Ditengarai mata air ini dibuatnya sebagai penghormatan atas nenek moyangnya di dolok ini. Tepat di hadapan Dolok Tolong sebelah utara di tepi Danau Toba terdapat satu lapangan hijau dikenal sebagai Tanah Lapang Sisingamangaraja XII.

Ditambahkan Sahala, sesuatu peristiwa sejarah pasca kemerdekaan Indonesia, juga pernah terjadi di sana. Pada tahun 1948, Presiden Sukarno berpidato di tempat itu.

Dalam pidatonya Presiden pertama RI itu berkata,“ Di tepi Danau Toba yang keramat ini, di kampung Raja Sisingamangaraja yang sakti ini, saya umumkan detik ini bahwa walaupun Belanda membuat tembok raksasa di seberang sana untuk memecah belah persatuan bangsa Indonasia, percayalah saudara-saudara demikian pula pihak Belanda di sana, setelah matahari terbit pada bulan Januari 1950, di seluruh Indonesia akan berkibarlah Bendera Indonesia“.

Sahala menganjurkan agar penelitian terhadap prasasti Dolok Tolong ini perlu terus dikembangkan. Menurutnya, penelitian-penelitian yang ia dan Monang Naipospos lakukan hanyalah awal. Sehingga harus diperdalam secara lebih komprehensif. (sumber)

Nenek 92 Tahun Ini Menangis Divonis Bersalah Karena Tebang Pohon Durian

Januari 30, 2018
Hakim Pengadilan Negeri (PN) Balige membacakan putusan terhadap Saulina boru Sitorus (92) atau Oppu Linda oleh Hakim Hakim Ketua, Marshal Tarigan di PN Balige, Tobasa, Senin (29/1/2018). Oppu Linda dituntut hukuman satu bulan 14 hari."Menurut kami, terdakwa harus menjalani hukuman satu bulan empat belas hari," ujar Marsahal lalu mengetuk palu sidang.

Oppu Linda terjerat kasus pengrusakan setelah dituduh menebang pohon durian milik Japaya Sitorus berdiameter lima inci di Dusun Panamean, Desa Sampuara Kecamatan Uluan Toba Samosir. Oppu Linda berniat membangun makam leluhurnya.

Menyikapi putusan Hakim, Kuasa Hukum Oppu Linda Boy Raja Marpaung menangatakan, kecewa. Alasannya, karena hakim tidak mengindahkan pembelaan atau pledoi yang mereka sampaikan pada persidangan sebelumnya.

Kemudian, hakim dinilai terlalu "primitif" dalam menyatakan bahwa Japaya adalah pemilik tanaman. Apalagi, hanya dengan keterangan saksi hanya didengar dari anak dan istri Japaya sendiri.

"Sementara banyak saksi yang menyatakan dalam persidangan yang rumahnya berdekatan dengan lokasi tidak pernah melihat Japaya menanam dan memanen hasil tanaman yang menjadi barang bukti tersebut," ujarnya.

Kasus ini menyedot perhatian masyarakat luas karena harus menyeret perempuan uzur itu ke ranah hukum.

Enam anak Saulina juga terseret kasus ini dan Selasa (23/1/2018) telah divonis majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Balige dengan hukuman penjara 4 bulan 10 jari dipotong masa tahanan.

Keenam tervonis itu adalah Marbun Naiborhu (46), Bilson Naiborhu (60), Hotler Naiborhu (52), Luster Naiborhu (62), Maston Naiborhu (47) dan Jisman Naiborhu (45), masih harus menjalani sisa masa tahanan beberapa hari lagi.

Saulina boru Sitorus yang jika jalan harus menggunakan tongkat ini selalu menekankan jika dia dan anak-anaknya pernah minta maaf kepada penggugat yang masih terbilang saudaranya, Japaya Sitorus (70).

Upaya damai tidak tercapai karena menurut pihak tergugat tidak sanggup menuruti nominal yang diminta Japaya. Dan mereka sudah dilaporkan ke polisi.

Menurut mereka, Japaya Sitorus meminta uang ratusan juta sebagai syarat berdamai karena kesal dan juga menghitung segala kerugian yang diakibatkan penebangan pohon tersebut.

Saulina mengaku, dirinya sudah mendapatkan izin dari empunya tanah wakaf tersebut. Dan kini dia hanya menginginkan anak-anaknya pulang dan kembali melanjutkan hidup bersama keluarganya masing-masing.

Sejak awal Saulina sudah rela menawarkan dirinya dipenjara. Karena dia lah yang menyuruh anak-anaknya membebaskan tanaman-tanaman yang sekiranya dianggap mengganggu pembangunan tambak atau makam leluhur mereka. (Sumber)

Horas

Desember 02, 2008
Di kumpulan berita
 
Copyright © Berita Borbor. Designed by OddThemes